Program affiliate TikTok dan Shopee mulai booming di atas tahun 2020-an. Ibu rumah tangga berbondong-bondong membuat video product review.
Harapannya cuma satu, yaitu mendapatkan penghasilan walau tetap stay di rumah. Hal tersebut dilakukan karena mereka tidak bisa meninggalkan anak.
Membuat product review affiliate sangat mudah caranya karena bisa dilakukan oleh semua ibu rumah tangga. Beberapa hal yang membuatnya mudah adalah sebagai berikut:
- Bisa menggunakan produk yang ada di rumah tanpa membeli terlebih dahulu
- Take video di rumah
- Semua orang punya smartphone untuk take video
- Waktu fleksibel
Dulu awal muncul program affiliate, tidak banyak orang yang daftar tapi lama kelamaan yang daftar makin banyak. Sehingga saingan pun bertambah.
Apa yang terjadi? komisi yang didapatkan pun menjadi lebih sedikit dari jaman dulu. Ditambah lagi, daya beli masyarakat berkurang. Jadi tidak banyak orang yang minat berbelanja alias sepi.
Tapi apa yang membuat beberapa ibu-ibu product review affiliate bertahan hingga saat ini? yang jelas karena kebutuhan dan beberapa alasan lain.
Alasan Ibu Rumah Tangga Masih Bertahan di Product Review Affiliate
Kalau jaman dulu komisinya bisa berjuta-juta dalam sebulan, pada jaman sekarang dengan kondisi sepi para affiliate ada yang hanya mendapat komisi ratusan ribu dalam sebulan.
Komisi didapatkan ketika ada orang yang beli dari link product yang ada pada product review. Besar atau kecilnya uang tergantung pada presentase kebijakan dari brand.
Bahkan ada ibu rumah tangga yang hanya mendapatkan komisi 100.000 hingga 300.000 setiap bulan selama berbulan-bulan tapi masih saja setia membuat konten product review.
Berikut ini beberapa alasan yang membuat para ibu rumah tangga masih bertahan membuat konten product review affiliate:
1. Free Sample lumayan membuat irit pengeluaran rumah tangga.
Jadi, para konten kreator akan mendapatkan barang free sample dari brand untuk dibuatkan video konten. Jika free sample tersebut berupa pasta gigi, sabun mandi, parfum, skincare, shampoo, pakaian anak, dan cocok dipakai sekeluarga akan irit karena mereka tidak perlu beli lagi dan tinggal pakai.
2. Media berkekspresi
Kadang ada tipikal ibu rumah tangga yang sebenarnya ekstrovert tapi bosan jika hanya stay at home, maka membuat konten merupakan salah satu cara mereka berekspresi dengan cara berbicara di depan layar menjelaskan manfaat produk.
3. Butuh uangnya
Alasan yang ketiga adalah karena memang kebutuhan. Walaupun hanya 100.000-300.000 per bulan tapi terkadang ada beberapa rumah tangga yang terbantu dengan pemasukan jumlah sekian. Entah itu untuk uang jajan, atau sekedar membantu suami untuk biaya sekolah anak.
4. Salah satu cara menyalurkan kreatifitas
Dalam pembuatan konten video, ibu rumah tangga juga perlu yang disebut dengan editing, Hal tersebut merupakan salah satu jalan menyalurkan kreatifitas mereka karena proses tersebut butuh menambahkan efek berupa tulisan, cahaya, gambar, bahkan suara yang menuntut sebuah kreatifitas.
5. Supaya tidak jenuh
Alasan yang keempat adalah supaya tidak jenuh. Ibu rumah tangga melakukan aktifitas yang sama setiap hari berhubungan dengan urusan rumah tangga. Kegiatan tersebut membuat mereka jenuh. Membuat video konten bisa jadi salah satu jalan penyegaran supaya tidak jenuh menjadi ibu rumah tangga.
Jadi pada intinya, membuat konten untuk seorang ibu rumah tangga masih jadi salah satu hal yang positif walaupun makin kesini pasar semakin sepi.
Selama hal yang dilakukan positif dan tidak mengganggu tugas sebagai seorang istri sekaligus ibu, maka kegiatan tersebut masih aman dilakukan.
Jika Anda seorang ibu rumah tangga yang masih suka membuat konten, lanjutkan saja! siapa tahu hal tersebut dapat memberikan banyak manfaat untuk hidup kedepannya.

.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)